Waspada.! Jeroan Tingkatkan Kadar Kolestrol

Di Indonesia, setiap bagian dari hewan dapat diolah menjadi bahan makanan, mulai dari daging, kaki, kuping, hidung. Bahkan bagian dalam seperti otak, usus, babat, hati, ginjal, jantung dan sebagainya – yang dikenal sebagai jeroan – bisa diolah menjadi beragam masakan.

Bagi sebagian orang, hidangan berbahan jeroan terasa sangat lezat. Meskipun begitu, jeroan sering dilarang untuk dikonsumsi karena tingginya kandungan kolesterol dan purin di dalamnya.

Selain karena kandungan kolesterol yang tinggi, cara mengolah jeroan dengan menambahkan santan, bisa membuat kadar kolesterol jeroan menjadi semakin tinggi, dan membahayakan kesehatan. Biasanya jeroan diolah menjadi hidangan seperti soto, digoreng, dihidangkan dengan santan sebagai gulai, tongseng dan lain-lain.

Kegemaran menyantap hidangan berbahan jeroan tersebut, bisa menjadi salah satu pemicu melonjaknya kadar kolesterol dalam tubuh. Kondisi ini tentu saja sangat membahayakan kesehatan. Karena kadar kolesterol yang berlebih dalam tubuh dapat menjadi sumber berbagai masalah penyakit berbahaya seperti penyakit jantung koroner, berat badan berlebih atau obesitas, darah tinggi hingga serangan stroke.

Mengonsumsi jeroan boleh saja, asalkan tidak berlebihan. Anda harus tetap membatasi diri untuk menjaga kadar kolesterol tubuh masih dalam batas aman. Seimbangkan konsumsi makanan berlemak dengan banyak mengonsumsi sayur dan buah.

Leave a Reply