Ini Lho Sifat Unik yang Ternyata Turunan

Beberapa hal itu bersifat genetik dan tentu dapat dengan mudah dikenali dari orang tua kita. Hal ini seperti warna rambut, warna mata, tinggi badan, bentuk hidung, dan aspek fisik lainnya. Tak cuma fisik, penyakit pun demikian, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jiwa.

Namun nyatanya, genetika juga berperan di hal ini.

1. Seberapa ramah Anda

Gen yang menghasilkan reseptor oksitosin ada dalam tiga varian: G/G, A/G, atau A/A. Jika orang tua mewarisi seorang anak untuk memiliki varian G ganda, anak akan menunjukkan kemampuan tertinggi untuk kebaikan. Begitu pula sebaliknya.

Dalam sebuah penelitian terhadap 348 orang, 51,5 persen orang memiliki varian G ganda, dan hanya 7,2 persen yang memiliki A ganda. Bisa disimpulkan lebih banyak orang baik di dunia ini.

2. Keinginan untuk traveling

Sebuah variasi gen DRD4-7R, sudah lama dikaitkan dengan keingintahuan dan kegelisahan yang sering disebut gen “pengembara.” Studi menunjukkan bahwa pemilik gen ini memiliki semangat petualang dan lebih terbuka untuk pengalaman baru.

Diperkirakan ada 20 persen orang di dunia dengan gen ini, di mana prediksi kuat disebut bahwa gen ini dimiliki oleh orang-orang yang jauh dari Afrika, karena kehidupan (menurut ilmu pengetahuan) dimulai di Afrika.

3. Kelihaian mengemudi mobil

Brain-derived neurotrophic factor atau BDNF adalah protein yang disekresikan di otak selama aktivitas tertentu. BDNF menjaga sel otak berfungsi optimal dan mengukung memori dan pembelajaran. Mereka yang memiliki varian gen yang memproduksi BDNF lebih sedikit, akan kurang bisa untuk mempelajari hal baru, menyimpan informasi, dan memperbaiki tindakan mereka berdasarkan kesalahan. Permasalahan utamanya, mengemudi mobil adalah gabungan dari itu semua.

4. Seberapa populer Anda

Sebuah studi mengungkapkan bahwa popularitas pada pria memiliki hubungan yang kuat dengan gen yang mempengaruhi kadar serotonin. Tingkat serotonon yang lebih tinggi dikaitkan dengan perilaku impulsif, yang membuat Anda gemar ‘melanggar aturan.’ Tingkah melanggar aturan ini cukup menjadi faktor utama untuk jadi populer di kalangan anak muda.

Lebih dari 200 pria dianalisis dalam sebuah studi, dan dari kesimpulannya, para ‘pembuat onar’ justru lebih populer. Dan benar, mereka mewarisi gen popularitas.

5. Kemalasan

Kemalasan ternyata juga datang dari DNA, di mana ada sebuah DNA yang menentukan seberapa aktif secara fisik Anda. Ilmuwan menemukan sebuah genom di tikus yang sama dengan yang ada di manusia, di mana are tersebut mempengaruhi tingkatan aktivitas.

6. Tingkat kecanduan kopi

Pada 2016 silam, para ilmuwan mengidentifikasi sebuah gen bernama PDSS2, yang ternyata mampu mempengaruhi konsumsi kafein.

PDSS2 sendiri ditemukan di semua orang, namun ada varian dari gen ini yang lebih aktif, yang ternyata membuat seseorang tak seberapa kecanduan kopi. Hal ini dikarenakan PDSS2 mengatur produksi protein yang melakukan metoabolisme terhadap kafein. Hal ini membuat mereka yang memiliki PDSS2 yang lebih aktif akan merasakan efek kafein lebih lama dengan jangka waktu yang lebih lama pula, yang akhirnya menyebabkan konsumsi kopi yang lebih sedikit.

Leave a Reply