Dolar melemah, Harga emas Melonjak

Harga emas melonjak ke posisi tertinggi dalam satu bulan, terpicu melemahnya Dolar Amerika Serikat (AS), seiring ketidakpastian tentang kemajuan usulan kebijakan pajak yang konon akan menjadi yang terbesar sejak tahun 1980-an.

Melansir laman Reuters, Sabtu (18/11/2017), harga emas di pasar spot naik 1,2 persen menjadi US$ 1,293.53 per ounce. Harga ini berada di jalur kenaikan satu hari terbesar sejak 28 Agustus.

 Juga naik ke harga tertinggi sejak 16 Oktober di posisi US$ 1,297. Secara mingguan, harga emas menguat 1,3 persen, kinerja mingguan terkuat sejak pertengahan Oktober.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember stabil naik 1,4 persen di posisi US$ 1.296,50 per ounce.

Dolar melemah terhadap enam mata uang lainnya. Mata uang ini mencatat penurunan mingguan terbesar di lebih dari sebulan.

Analis Julius Baer Carsten Menke mengatakan, bahwa dolar seharusnya menguat seiring prediksi Federal Reserve AS yang akan kembali menaikkan suku bunga.

Adapun harga Perak mengikuti emas yang lebih tinggi dengan naik 1,4 persen menjadi US$ 17.31 per ounce. Harga Platinum naik 2,3 persen menjadi US$ 952,30, setelah naik ke level US$ 954.30, tertinggi sejak 20 September. Sedangkan harga Paladium naik 1 persen menjadi US$ 996,75.

 

Leave a Reply