6 Tips Hidup Hemat di Ibu Kota Untuk Para Perantau

Related image

Kendati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per 1 Januari 2018 menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi Rp 3,6 juta, tapi Jakarta menempati posisi teratas dalam 10 kota dengan biaya hidup paling mahal di Indonesia.

Oleh karenanya, wajib hukumnya untuk dapat menyiasati mahalnya biaya hidup di Jakarta. Berikut beberapa tips hemat.

1. Biaya Tempat Tinggal

– Pilihlah tempat kos yang menyediakan sebuah ruangan dengan kasur, lemari, kipas angin atau pendingin ruangan. Untuk fasilitas wi-fi, bisa Anda manfaatkan fasilitas kantor maupun tempat-tempat yang memberikan wi-fi gratis. Gunakan tempat kos ini hanya sebagai tempat beristirahat pada malam hari, dan isi kegiatan Anda ditempat lain, dari pagi hingga sore hari.

– Agar hemat, ajak teman-teman satu kantor atau saudara untuk menyewa rumah yang biaya sewanya ditanggung bersama. Dengan sharing biaya sewa, pengeluaran pun lebih murah ketimbang menempati rumah seorang diri.

2. Biaya Makan

– Anda harus mampu menahan nafsu makan dan kulineran. Buat anggaran kulineran khusus yang mesti Anda patuhi dengan displin.

– Manfaatkan kemajuan teknologi. Anda dapat mengunduh beberapa aplikasi yang menyediakan diskon untuk berbagai tempat makan. Melalui voucher tersebut, Anda dapat menikmati makan enak tanpa mengeluarkan budget berlebih.

– Masak sendiri bisa menekan biaya pengeluaran secara signifikan. Siasati dengan belanja sembako di pasar, dan masaklah dalam porsi cukup, sehingga Anda bisa membawa bekal untuk makan siang ke kantor.

3. Biaya Transportasi

Banyak pilihan transportasi yang ditawarkan di Ibu Kota, seperti taksi, transportasi online, mikrolet, bus TransJakarta, kereta rel listrik (KRL), dan bus kota. Jika Anda ingin berhemat, mulailah untuk mencoba menaiki semua transportasi umum yang murah dan nyaman.

KRL dapat menjadi pilihan pertama, karena selain cepat dan murah, KRL juga terbilang cukup aman. Contoh: jika bertempat tinggal di Jakarta Barat dan berkantor di Jakarta Pusat, maka Anda dapat menaiki kereta dari salah satu stasiun di Jakarta Barat, kemudian turun di stasiun yang berada di Jakarta Pusat (Tanah Abang, Sudirman, Cikini, Gondangdia, Juanda, dan seterusnya).

Anda akan mengeluarkan biaya sekitar Rp 5 ribu untuk perjalanan pulang pergi. Lalu saat tiba di stasiun, Anda dapat menaiki mikrolet menuju kantor Anda. Biasanya, tarif mikrolet berkisar Rp 4 ribu–6 ribu, tergantung seberapa jauh jarak yang akan dituju.

Berikut ini perhitungan biaya transportasi publik lainnya:

a. TransJakarta: tarif Rp 3.500. Untuk kerja 22 hari (satu bulan), total Rp 154 ribu (pulang pergi).

b. Transportasi Online (GoJek, Grab Bike, Uber): tergantung jarak dan waktu (jam sibuk atau bukan jam sibuk). Untuk jarak 7 kilometer, tarifnya berkisar Rp 12 ribu. Untuk kerja 22 hari (satu bulan), total Rp 528 ribu (pulang pergi). Lebih hemat lagi kalau Anda berlangganan atau memiliki deposit di GoPay (untuk GoJek). Anda bisa mendapat tarif diskon.

c. Kendaraan pribadi (sepeda motor): Rp 12 ribu-Rp 15 ribu (bensin) per hari. Biaya parkir Rp 10 ribu. Untuk 22 hari (satu bulan) total Rp 1,1 juta (pulang pergi).*biaya dihitung dari Kuningan ke SCBD (daerah perkantoran)

4. Biaya Sosial

Tips Hemat:

– Anda masih tetap bisa bersosialisasi dengan rekan-rekan kerja seusai kerja dan menghabiskan akhir pekan dengan sahabat tanpa harus mengeluarkan biaya mahal, asal bisa membatasi berkegiatan di kafe mahal atau pusat perbelanjaan, kecuali jika bernilai positif bagi bisnis Anda.

– Habiskan akhir pekan di rumah sahabat Anda untuk nonton DVD bersama sembari masak-masak.

– Selain itu, ketimbang menghabiskan uang di pusat perbelanjaan, lebih baik menghabiskan kalori dengan berolahraga saat Car Free Day atau taman kota yang bertebaran di Jakarta.

5. Biaya Bulanan

Komponen penting yang masuk wajib diperhitungkan adalah biaya bulanan. Biaya bulanan ini meliputi kebutuhan rumah, seperti alat-alat mandi, bumbu masak, dan biaya tak terduga.

Anda harus menyisihkan 10 persen dari penghasilan untuk memenuhi biaya bulanan ini. Estimasinya, biaya bulanan ini sekitar Rp 200 ribu-Rp 300 ribu per bulan.

Tips Hemat:

Saat belanja bulanan, bandingkan harga dari beberapa produk agar menemukan harga termurah. Selain itu, manfaatkan promo dan diskon di supermarket untuk berhemat. Anda juga bisa menggunakan kartu kredit yang bekerja sama dengan supermarket dan memberi tambahan diskon.

6. Biaya Rohani

Hidup ini bukan melulu untuk memikirkan diri sendiri. Maka dari itu, cobalah sisihkan 2,5 persen dari penghasilan Anda untuk bersedekah. Misalnya, jika Anda memiliki pendapatan Rp 3,6 juta, Anda bisa menyisihkan Rp 90 ribu per bulan.

Saran:

Kalau terasa berat, Anda bisa mengeluarkannya dalam beberapa tahap. Jika sudah terbiasa, rasa berat ini akan hilang, kok. Selalu ada orang yang lebih membutuhkan di sekitar kita, dengan bersedekah kita juga sedang investasi untuk kehidupan kelak. Begitu, bukan?

Leave a Reply